Pages

Sabtu, 21 Maret 2015

karet



 






TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMODITI HASIL PERKEBUNAN HILIR
“PENGHAPUS KARET”





oleh:
Kelompok 3
THP-B
1.      Rizky Amalia                         (121710101059)
2.      Dyah Nur Arida                    (121710101052)
3.      Radik Faizun                         (121710101067)
4.      Farid Firaldi A.                     (121710101090)






JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Penghapus merupakan salah satu produk perlengkapan alat tulis yang terbuat dari karet dan mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil. Penghapus merupakan salah satu produk hilir dari karet. Selain diolah menjadi penghapus, karet juga dapat diolah menjadi beberapa produk hilir lain seperti ban, sol sepatu, sarung tangan, gelang karet, karet busa alam, benang karet dan pipa karet apung.
Pengahapus karet pertama kali ditemukan pada tahun 1770 oleh pakar sains Joseph Priestley. Pada saat itu di Eropa tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet. penghapus karet biasanya berwarna putih atau hitam. Selain itu pada perkembangannya terdapat pensil yang dilengkapi penghapus diujungnya.
Beberapa jenis pengahapus yang telah ada yaitu penghapus berwarna merah muda atau merah dengan karakteristik mudah lengket, penghapus art gum yang dibuat dari karet bertekstur kasar yang lembut, penghapus uli atau kneaded eraser dan penghapus vinyl. Untuk mengolah karet menjadi penghapus karet melalui beberapa tahapan.
Oleh karena itu, perlu disusun makalah ini agar mahasiswa lebih memahami tentang proses pembuatan penghapus dan jenis-jenisnya.

1.2  Tujuan
1.      Untuk mengetahui proses pembuatan penghapus karet
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis penghapus karet






BAB 2 PEMBAHASAN

2.1  Sejarah Penghapus Karet
Penghapus karet merupakan salah satu produk hilir dari karet. Penghapus digunakan untuk menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.
Pada tahun 1770, pakar sains Joseph Priestley menyatakan, “Saya telah melihat bahan yang amat sesuai untuk digunakan bagi menghilangkan tanda arang pensil pada kertas.” Di seluruh Eropa pada saat itu, tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet. Kubus-kubus kecil ini masih digunakan untuk tujuan ini di Inggris dan Australia.
Selain itu pada tahun yang sama Edward Naime seorang insinyur Inggris, disebut sebagai pencipta penghapus karet pertama. Sebelum penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus. Naime berkata bahwa dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan ciri-ciri menghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet.
Pada tahun 1839 Charles Goodyear yang menemukan proses vulkanisasi, menjadikan karet bahan yang tahan lama dan merawatnya karena karet dalam bentuk mentah sulit disimpan. Hal ini disebabkan karena karet mudah dan akan rusak. Penghapus menjadi benda yang umum dengan perkembangan karet yang divulkanisasi.
Pada tahun 1858, Hyman Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, AS menerima paten pertama untuk pelekatan penghapus pada ujung pensil. Paten itu kemudian dibatalkan karena ditetapkan bahwa hal tersebut hanya merupakan gabungan dua peralatan dan bukannya produk baru sepenuhnya.

2.2  Pengertian Penghapus Karet
Penghapus karet adalah salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil. Penghapus ini terbuat dari karet dan melalui beberapa tahapan dalam proses pembuatannya.
Penghapus kenyal seperti karet, dan seringkali bewarna putih atau hitam (walaupun ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai pemanfaatan teknologi). Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastik sebagai tambahan kepada karet.
Penghapus juga merujuk kepada penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi panjang yang dibuat dari kain berbahan wol.

2.3  Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Penghapus Karet
Bahan utama yang digunakan dalam proses pembuatan penghapus karet adalah karet. Menurut Nazaruddin dan Paimin (2004), dalam dunia tumbuhan tanaman karet tersusun dalam sistematika sebagai berikut :
Divisi                        : Spermatophyta
Subdivisi       : Angiospermae
Kelas             : Dicotyledonae
Ordo             : Euphorbiales
Famili            : Euphorbiaceae
Genus            : Hevea
Spesies          : Hevea brasiliensis

Karet alam dapat diperoleh dari tanaman Hevea brasiliensis yang menghasilkan getah berupa cairan berwarna putih ketika permukaan kulit pohonnya disadap. Tanaman yang berasal dari negara Brazil ini merupakan sumber utama bahan karet alam dunia. Getah yang keluar keika pohon karet ini disadap disebut lateks (Setyamidjaja, 2011).
Lateks merupakan sistem koloid dimana partikel karet yang dilapisi oleh protein dan fosfolipid terdispersi di dalam air. Protein di lapisan luar memberikan muatan pada partikel karet. Lateks merupakan suatu dispersi butir-butir karet dalam air, dimana di dalam dispersi tersebut juga larut beberapa garam dan zat organik seperti gula dan protein (Goutara et al., 1985).
Karet alam mengandung beberapa bahan antara lain: karet hidrokarbon, protein, lipid netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll. Protein dalam karet alam dapat mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalam vulkanisat. Beberapa lipid ada yang merupakan bahan pencepat atau antioksidan.
Selain karet juga terdapat bahan tambahan lain seperti minyak sayur, pigmen, batu apung dan belerang. Minyak sayur berfungsi sebagai bahan campuran penghapus agar penghapus menjadi empuk dan lembut, batu apung berfungsi sebagai bahan mentah penghapus dan juga bisa untuk bahan cetakan, pigmen berfungsi sebagai pewarna pada penghapus karet, belerang berfungsi sebagai penstabil pada saat proses pemanasan pembuatan penghapus karet (Suhala, 1997).

2.4  Proses Pembuatan Penghapus Karet
Alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan penghapus karet antara lain yaitu:
a.       Alat
·         Wadah untuk  pencampur
·         Mesin pencetak
·         Pengaduk
·         Mesin pembungkus

b.      Bahan
·         Karet alam atau karet sintetis
·         Pigmen
·         Batu apung
·         Sulfur
·         Minyak sayur

Diagaram alir pembuatan penghapus karet
Karet alam atau sintesis


 
Penambahan bahan lain


 
Pemanasan (315-370 °C)


 
Pencetakan dan Pendinginan


 
Pengemasan

Pemasaran


Adapun beberapa tahapan dalam pembuatan penghapus karet yaitu:
1.      Persiapan Bahan Baku
Bahan baku utama dalam penghapus adalah karet. Karet yang digunakan yaitu karet alam atau sintetis. Karet alam diperoleh dari lateks yang dihasilkan oleh pohon karet (Hevea brasilienesis). Karet sintetis yang paling umum berasal dari stirena bahan kimia dan butadiena. Styrene adalah cairan yang berasal dari etilbenzena. Etilbenzena biasanya terbuat dari ethylene dan benzene, yang keduanya berasal dari minyak bumi. Butadiene adalah gas, yang berasal dari minyak bumi baik secara langsung atau dari zat yang dikenal sebagai butana dan butenes, yang berasal dari minyak bumi.

2.      Penambahan Bahan Lain
Bahan lain yang ditambahkan untuk pembuatan penghapus karet adalah pigmen, minyak sayur, batu apung. Penambahan pigmen bertujuan untuk mengubah warna penghapus. Pigmen merah dapat diperoleh dari oksida besi. Pigmen putih dapat diperoleh dari oksida seng dan oksida titanium. Banyak warna lain dapat diproduksi dengan pewarna organik berbagai. Minyak sayur digunakan untuk membuat karet lebih lembut dan lebih mudah untuk membentuk, dan batu apung, mineral alami yang membuat penghapus lebih kasar.

3.      Proses Pemanasan
Setelah semua bahan tercampur kemudian dilakukan pemanasan. Dengan adanya pemanasan ini penghapus akan terbentuk. Proses pemanasan yang dilakukan yaitu sekitar 600-700 °F (315-370 °C).

4.      Proses Pencetakan dan Pendinginan
Campuran karet yang telah terbentuk kemudian dicetak dan dipotong menjadi bentuk yang bermacam-macam. Cetakan untuk penghapus karet bisa berbentuk datar, persegi panjang, silinder, dan lain-lain. Pada saat pencetakan penghapus karet juga dapat dilakukan dengan layar mencetak bergerak-sebuah rol bertinta atas selembar bermotif dari sutra atau bahan lain yang meliputi penghapus. campuran disuntikkan ke dalam cetakan dan kemudian didinginkan.

5.      Pengemasan dan Pemasaran
Setelah penghapus jadi kemudian dilakukan pengemasan menggunakan ke dalam kotak kardus dan selanjutnya dipasarkan.

2.5  Jenis-Jenis Penghapus Karet
Penghapus karet mempunyai beberapa jenis diantaranya sebagai berikut:
1.      Penghapus berwarna merah muda atau merah
Penghapus berwarna merah muda atau merah mempunyai karakteristik mudah lengket. Jenis ini cukup baik untuk menghapus kebanyakan tulisan pensil, walaupun cenderung mengotori dan merusak kertas jika terlalu sering digunakan. Selain itu banyak sisa karet yang harus dibersihkan. Sisa ini sering mengotori kertas jika dibiarkan menempel.

2.      Penghapus art gum
Penghapus art gum dibuat dari karet bertekstur kasar yang lembut. Penghapus ini populer di kalangan seniman. Jenis ini cocok untuk menghapus area yang luas dalam satu sapuan tanpa merusak kertas. Tetapi penghapus ini meninggalkan banyak sisa penghapus dan tidak begitu akurat. Pemakaian terlalu banyak hanya menghasilkan warna kekuningan di kertas. Penghapus art gum biasanya berwarna gelap atau kecokelat-cokelatan.

3.      Penghapus uli atau kneaded eraser
Penghapus uli atau yang lebih dikenal dalam Bahasa Inggris sebagai kneaded eraser juga digemari di kalangan seniman. Penghapus jenis ini dibuat dari bahan kelabu dan menyerupai adonan atau lem. Penghapus ini mempunyai kelebihan yaitu tidak meninggalkan sisa penghapus sehingga tahan lebih lama dibanding penghapus lain. Partikel grafit dan tanah liat ditarik oleh adonan karet sehingga lebih akurat dan tidak meninggalkan bekas apapun. Penghapus uli banyak digunakan untuk memberi efek kilap atau percikan air. Kelemahannya adalah sedikit rasa lengket di tangan dan mudah meleleh di suhu tinggi.

4.      Penghapus vinyl
Penghapus vinyl lembut mempunyai tekstur seperti plastik dengan ciri-ciri menghapus yang mirip dengan penghapus karet biasa. Hanya saja sedikit lebih lembut dan kuat, tidak mudah merusak kertas dan nyaman digunakan. Penghapus vinyl biasanya putih dan mudah terlihat kotor jika disentuh.

2.6  Kegunaan Penghapus
Manfaat utama dari penghapus adalah menghilangkan bekas goresan dari pensil.  Namun oleh seniman profesional, penghapus juga dimanfaatkan dengan teknik tertentu. Misalnya memberi kesan kilau dengan menggunakan mal penghapus atau efek smudge jika digores lembut.



















BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Penghapus karet adalah salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.
2.      Tahapan proses pembuatan penghapus karet yaitu persiapan bahan baku, penambahan bahan lain dan pencampuran, pemanasan dan pendinginan, pencetakan dan pengemasan
3.      Jenis-jenis penghapus karet yaitu penghapus berwarna merah muda atau merah dengan karakteristik mudah lengket, penghapus art gum, Penghapus uli atau kneaded eraser, penghapus vinyl.
4.      Penghapus art gum dibuat dari karet bertekstur kasar yang lembut.
5.      Penghapus vinyl lembut mempunyai tekstur seperti plastik dengan ciri-ciri menghapus yang mirip dengan penghapus karet biasa.














DAFTAR PUSTAKA

Goutara, B. Djatmiko, dan W. Tjiptadi. 1985. Dasar Pengolahan Karet. Bogor: Agroindustri Press, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Nazaruddin. dan F.B. Paimin. 2004. Karet : Budi Daya dan Pengolahan, Strategi Pemasaran. Jakarta: Penebar Swadaya.

Setyamidjaja, D. 2011. Karet Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.


1 komentar:

  1. aku mau praktek buat penghapus bisa minta bimbinganya gak boss

    BalasHapus