TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMODITI HASIL PERKEBUNAN HILIR
“PENGHAPUS KARET”
oleh:
Kelompok 3
THP-B
1.
Rizky Amalia (121710101059)
2.
Dyah Nur Arida (121710101052)
3.
Radik Faizun (121710101067)
4.
Farid Firaldi A. (121710101090)
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Penghapus merupakan salah satu produk perlengkapan
alat tulis yang terbuat dari karet dan mampu menghilangkan tanda yang
dihasilkan dengan pensil. Penghapus merupakan salah satu produk hilir dari
karet. Selain diolah menjadi penghapus, karet juga dapat diolah menjadi
beberapa produk hilir lain seperti ban, sol sepatu, sarung tangan, gelang
karet, karet busa alam, benang karet dan pipa karet apung.
Pengahapus karet pertama kali ditemukan pada tahun 1770 oleh
pakar sains Joseph Priestley. Pada saat itu di Eropa tulisan pensil dihapus
dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet.
penghapus karet biasanya berwarna putih atau hitam. Selain itu pada
perkembangannya terdapat pensil yang dilengkapi penghapus diujungnya.
Beberapa
jenis pengahapus yang telah ada yaitu penghapus berwarna merah muda atau merah
dengan karakteristik mudah lengket, penghapus art gum yang dibuat dari karet bertekstur
kasar yang lembut, penghapus uli atau kneaded eraser dan penghapus vinyl. Untuk
mengolah karet menjadi penghapus karet melalui beberapa tahapan.
Oleh karena itu, perlu disusun makalah ini
agar mahasiswa lebih memahami tentang proses pembuatan penghapus dan
jenis-jenisnya.
1.2 Tujuan
1.
Untuk
mengetahui proses pembuatan penghapus karet
2. Untuk mengetahui jenis-jenis penghapus
karet
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Penghapus Karet
Penghapus karet merupakan salah satu produk hilir
dari karet. Penghapus digunakan untuk menghilangkan tanda yang dihasilkan
dengan pensil.
Pada tahun 1770, pakar sains Joseph Priestley
menyatakan, “Saya telah melihat bahan yang amat sesuai untuk digunakan bagi
menghilangkan tanda arang pensil pada kertas.” Di seluruh Eropa pada saat itu,
tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang
terbuat dari karet. Kubus-kubus kecil ini masih digunakan untuk tujuan ini di
Inggris dan Australia.
Selain itu pada tahun yang sama Edward Naime seorang
insinyur Inggris, disebut sebagai pencipta penghapus karet pertama. Sebelum
penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus. Naime berkata bahwa
dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan
ciri-ciri menghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet.
Pada tahun 1839 Charles Goodyear yang menemukan
proses vulkanisasi, menjadikan karet bahan yang tahan lama dan merawatnya
karena karet dalam bentuk mentah sulit disimpan. Hal ini disebabkan karena
karet mudah dan akan rusak. Penghapus menjadi benda yang umum dengan perkembangan
karet yang divulkanisasi.
Pada tahun 1858, Hyman Lipman dari Philadelphia,
Pennsylvania, AS menerima paten pertama untuk pelekatan penghapus pada ujung
pensil. Paten itu kemudian dibatalkan karena ditetapkan bahwa hal tersebut
hanya merupakan gabungan dua peralatan dan bukannya produk baru sepenuhnya.
2.2 Pengertian
Penghapus Karet
Penghapus karet adalah salah satu perlengkapan alat
tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang
dihasilkan dengan pensil. Penghapus ini terbuat
dari karet dan melalui beberapa tahapan dalam proses pembuatannya.
Penghapus
kenyal seperti karet, dan seringkali bewarna putih atau hitam (walaupun
ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai
pemanfaatan teknologi). Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di
ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastik sebagai
tambahan kepada karet.
Penghapus juga merujuk kepada
penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan
putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi
panjang yang dibuat dari kain berbahan wol.
2.3 Bahan
yang Digunakan dalam Pembuatan Penghapus Karet
Bahan utama yang digunakan dalam proses pembuatan
penghapus karet adalah karet. Menurut Nazaruddin dan
Paimin (2004), dalam dunia tumbuhan tanaman karet tersusun dalam sistematika
sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis
Karet
alam dapat diperoleh dari tanaman Hevea brasiliensis yang menghasilkan
getah berupa cairan berwarna putih ketika permukaan kulit pohonnya disadap.
Tanaman yang berasal dari negara Brazil ini merupakan sumber utama bahan karet alam
dunia. Getah yang keluar keika pohon karet ini disadap disebut lateks
(Setyamidjaja, 2011).
Lateks
merupakan sistem koloid dimana partikel karet yang dilapisi oleh protein dan
fosfolipid terdispersi di dalam air. Protein di lapisan luar memberikan muatan
pada partikel karet. Lateks merupakan suatu dispersi butir-butir karet dalam
air, dimana di dalam dispersi tersebut juga larut beberapa garam dan zat
organik seperti gula dan protein (Goutara et al., 1985).
Karet
alam mengandung beberapa bahan antara lain: karet hidrokarbon, protein, lipid
netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll. Protein dalam karet
alam dapat mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalam vulkanisat. Beberapa
lipid ada yang merupakan bahan pencepat atau antioksidan.
Selain
karet juga terdapat bahan tambahan lain seperti minyak sayur, pigmen, batu
apung dan belerang. Minyak sayur berfungsi
sebagai bahan campuran penghapus agar penghapus menjadi empuk dan lembut, batu
apung berfungsi sebagai bahan mentah penghapus dan juga bisa untuk bahan
cetakan, pigmen berfungsi sebagai pewarna pada penghapus karet, belerang
berfungsi sebagai penstabil pada saat proses pemanasan pembuatan penghapus
karet (Suhala, 1997).
2.4 Proses
Pembuatan Penghapus Karet
Alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan
penghapus karet antara lain yaitu:
a.
Alat
·
Wadah untuk pencampur
·
Mesin pencetak
·
Pengaduk
·
Mesin pembungkus
b.
Bahan
·
Karet alam atau karet
sintetis
·
Pigmen
·
Batu apung
·
Sulfur
·
Minyak sayur
Diagaram
alir pembuatan penghapus karet

Karet alam atau sintesis

Penambahan bahan lain
Pemanasan
(315-370 °C)
Pencetakan
dan Pendinginan
Pemasaran
Adapun
beberapa tahapan dalam pembuatan penghapus karet yaitu:
1. Persiapan
Bahan Baku
Bahan
baku utama dalam penghapus adalah karet. Karet yang digunakan yaitu karet alam
atau sintetis. Karet alam diperoleh dari lateks yang dihasilkan oleh pohon
karet (Hevea brasilienesis). Karet
sintetis yang paling umum berasal dari stirena bahan kimia dan butadiena.
Styrene adalah cairan yang berasal dari etilbenzena. Etilbenzena biasanya
terbuat dari ethylene dan benzene, yang keduanya berasal dari minyak bumi.
Butadiene adalah gas, yang berasal dari minyak bumi baik secara langsung atau
dari zat yang dikenal sebagai butana dan butenes, yang berasal dari minyak
bumi.
2. Penambahan
Bahan Lain
Bahan
lain yang ditambahkan untuk pembuatan penghapus karet adalah pigmen, minyak
sayur, batu apung. Penambahan pigmen bertujuan untuk mengubah warna penghapus. Pigmen
merah dapat diperoleh dari oksida besi. Pigmen putih dapat diperoleh dari oksida
seng dan oksida titanium. Banyak warna lain dapat diproduksi dengan pewarna
organik berbagai. Minyak sayur digunakan untuk membuat karet lebih lembut dan
lebih mudah untuk membentuk, dan batu apung, mineral alami yang membuat
penghapus lebih kasar.
3. Proses
Pemanasan
Setelah
semua bahan tercampur kemudian dilakukan pemanasan. Dengan adanya pemanasan ini
penghapus akan terbentuk. Proses pemanasan yang dilakukan yaitu sekitar 600-700
°F (315-370 °C).
4.
Proses Pencetakan dan
Pendinginan
Campuran
karet yang telah terbentuk kemudian dicetak dan dipotong menjadi bentuk yang
bermacam-macam. Cetakan untuk penghapus karet bisa berbentuk datar, persegi
panjang, silinder, dan lain-lain. Pada saat pencetakan penghapus karet juga dapat
dilakukan dengan layar mencetak bergerak-sebuah rol bertinta atas selembar
bermotif dari sutra atau bahan lain yang meliputi penghapus. campuran
disuntikkan ke dalam cetakan dan kemudian didinginkan.
5.
Pengemasan dan
Pemasaran
Setelah penghapus jadi kemudian
dilakukan pengemasan menggunakan ke dalam kotak kardus dan selanjutnya
dipasarkan.
2.5 Jenis-Jenis
Penghapus Karet
Penghapus
karet mempunyai beberapa jenis diantaranya sebagai berikut:
1.
Penghapus berwarna merah muda atau
merah
Penghapus
berwarna merah muda atau merah mempunyai karakteristik mudah lengket. Jenis ini
cukup baik untuk menghapus kebanyakan tulisan pensil, walaupun cenderung
mengotori dan merusak kertas jika terlalu sering digunakan. Selain itu banyak
sisa karet yang harus dibersihkan. Sisa ini sering mengotori kertas jika
dibiarkan menempel.
2.
Penghapus art gum
Penghapus
art gum dibuat dari karet bertekstur kasar yang lembut. Penghapus ini populer
di kalangan seniman. Jenis ini cocok untuk menghapus area yang luas dalam satu
sapuan tanpa merusak kertas. Tetapi penghapus ini meninggalkan banyak sisa penghapus
dan tidak begitu akurat. Pemakaian terlalu banyak hanya menghasilkan warna
kekuningan di kertas. Penghapus art gum biasanya berwarna gelap atau
kecokelat-cokelatan.
3.
Penghapus uli atau kneaded eraser
Penghapus
uli atau yang lebih dikenal dalam Bahasa Inggris sebagai kneaded eraser juga
digemari di kalangan seniman. Penghapus jenis ini dibuat dari bahan kelabu dan
menyerupai adonan atau lem. Penghapus ini mempunyai kelebihan yaitu tidak
meninggalkan sisa penghapus sehingga tahan lebih lama dibanding penghapus lain.
Partikel grafit dan tanah liat ditarik oleh adonan karet sehingga lebih akurat
dan tidak meninggalkan bekas apapun. Penghapus uli banyak digunakan untuk
memberi efek kilap atau percikan air. Kelemahannya adalah sedikit rasa lengket
di tangan dan mudah meleleh di suhu tinggi.
4.
Penghapus vinyl
Penghapus
vinyl lembut mempunyai tekstur seperti plastik dengan ciri-ciri menghapus yang
mirip dengan penghapus karet biasa. Hanya saja sedikit lebih lembut dan kuat,
tidak mudah merusak kertas dan nyaman digunakan. Penghapus vinyl biasanya putih
dan mudah terlihat kotor jika disentuh.
2.6
Kegunaan Penghapus
Manfaat utama
dari penghapus adalah menghilangkan bekas goresan dari pensil. Namun oleh seniman profesional, penghapus
juga dimanfaatkan dengan teknik tertentu. Misalnya memberi kesan kilau dengan
menggunakan mal penghapus atau efek smudge jika digores lembut.
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.
Penghapus
karet adalah salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut
yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.
2.
Tahapan
proses pembuatan penghapus karet yaitu persiapan bahan baku, penambahan bahan
lain dan pencampuran, pemanasan dan pendinginan, pencetakan dan pengemasan
3.
Jenis-jenis penghapus karet yaitu penghapus berwarna merah muda atau
merah dengan karakteristik mudah lengket, penghapus
art gum, Penghapus uli atau kneaded eraser, penghapus vinyl.
4.
Penghapus art gum dibuat dari karet
bertekstur kasar yang lembut.
5.
Penghapus vinyl lembut mempunyai
tekstur seperti plastik dengan ciri-ciri menghapus yang mirip dengan penghapus
karet biasa.
DAFTAR
PUSTAKA
Goutara, B.
Djatmiko, dan W. Tjiptadi. 1985. Dasar Pengolahan Karet. Bogor:
Agroindustri Press, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi
Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Nazaruddin. dan
F.B. Paimin. 2004. Karet : Budi Daya dan Pengolahan, Strategi Pemasaran.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Setyamidjaja, D. 2011. Karet
Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
aku mau praktek buat penghapus bisa minta bimbinganya gak boss
BalasHapus