Pages

Sabtu, 29 Juni 2013

pengemasan



PEMBAHASAN
Macam-macam metode pengemasan
Pada buah yang ditujukan untuk para konsumen, pengemasan sering dilakukan dengan membungkus buah dengan plastik ataupun bahan lain yang  kemudian dimasukkan ke dalam wadah (kontainer) yang lebih besar. Bahan pembungkus lainnya dapat berupa bahan pulp , polyethilen maupun kertas. Kemudian dimasukkan dalam suatu wadah. Dalam satu wadah dapat terdiri hanya satu buah atau terdiri dari banyak buah. Bahan wadah yang digunakan dapat berupa kertas kanton (dalam berbagai tipe dan jenis), peti kayu, ataupun plastik.. Tujuannya untuk menghindari gesekan atau tumbukan antar  individu buah.Faktor penting dalam pengepakan yang perlu diperhatikan adalah bahwa bahan pembungkus setidaknya memiliki permeabilitas terhadap keluar masuknya oksigen dan karbondioksida. Seringkali atmosfir dalam ruang pak yang menggunakan plastic tercapai kestabilan udara yang cukup terkendali. Pada kondisi tersebut biasanya kandungan oksigen rendah sedangkan karbondioksidanya lebih tinggi baik terhadap oksigen maupun udara di luar.Tekanan uap air relative stabil sehingga menguntungkan untuk mempertahankan kualitas buah dalam simpanan.( Winarno, F.G. 2004)
Pengemasan juga bias dilakukan dengan teknik vakum dengan menggunakan vakum packing.Prinsip kerja mesin ini adalah mengemas produk pada disertai dengan penyedotan (pemvakuman) uap air dari produk yang dikemas tersebut sehingga tanpa gas oksigen pada kemasan Prinsip dari pengemasan vakum adalah dengan menghilangkan oksigen pada kemasan agar bakteri tidak dapat tumbuh, namun ada jenis bakteri (botulism) penyebab penyakit yang lebih suka lingkungan oksigen rendah dan tumbuh dengan sangat baik dalam makanan yang telah dikemas vakum. Disamping harga dari mesin ini tidak murah pengemasan vakum bukan proses penyegelan dengan panas (hot seal) sehingga jika pada awalnya dalam kemasan tersebut sudah ada bakteri maka bakteri itu akan tetap ada ketika kemasan dibuka. Mesin pengemas vakum ini adalah peralatan yang bisa Anda gunakan semi otomatis untuk mengemas produk secara vakum (tanpa udara, udaranya dihilangkan). Dengan pengemasan secara vakum, maka produk yang Anda kemas akan aman dari oksidasi, kerusakan biologis, dan bisa lebih bertahan lama dan tetap fresh. Mesin ini bisa Anda gunanakan untuk produk apa saja. Produk-produk yang cocok dikemas dengan mesin ini antara lain : bakso, ikan, roti, makanan agar lebih awet, dll (Tranggono dan Sutardi, 1990)

Sekema Kerja Dan Fungsi perlakuan
Dalam praktikum ini dilakukan 5 perlakuan yang berbeda pada buah langsep  yang masih segar  yaitu 2 control/tanpa kemasan dan diberi label A 0  pelabelan dilakukan agar dapat mempermudah membedakan langsep dengan berbagai perlakuan.2 langsep pada label A0 diletakkan pada suhu yang berbeda yaitu diletakkan pada suhu ruang dan langsep yang ke 2 diletakkan di dalam kulkas dengan suhu 10°C .hal ini dilakukan untuk membedakan pengaruh suhu terhadap daya simpan buah. setelah itu diamati berat,kenampakan,tekstur,warna dan aroma pada hari ke 0,ke-2 dan ke-4.
Pada 2 langsep yang dikemas pada kantong plastic tipis. diberi label A 1  pelabelan dilakukan agar dapat mempermudah membedakan langsep dengan berbagai perlakuan.2 langsep pada label A1 diletakkan pada suhu yang berbeda yaitu diletakkan pada suhu ruang dan langsep yang ke 2 diletakkan di dalam kulkas dengan suhu 10°C .hal ini dilakukan untuk membedakan pengaruh suhu terhadap daya simpan buah. setelah itu diamati berat,kenampakan,tekstur,warna dan aroma pada hari ke 0,ke-2 dan ke-4.
Pada 2 langsep yang dikemas pada kantong plastic tebal. diberi label A 2  pelabelan dilakukan agar dapat mempermudah membedakan langsep dengan berbagai perlakuan.2 langsep pada label A2 diletakkan pada suhu yang berbeda yaitu diletakkan pada suhu ruang dan langsep yang ke 2 diletakkan di dalam kulkas dengan suhu 10°C .hal ini dilakukan untuk membedakan pengaruh suhu terhadap daya simpan buah. setelah itu diamati berat,kenampakan,tekstur,warna dan aroma pada hari ke 0,ke-2 dan ke-4.
Pada 2 langsep yang dikemas pada kantong plastic tebal di vakum. diberi label A 3  pelabelan dilakukan agar dapat mempermudah membedakan langsep dengan berbagai perlakuan.2 langsep pada label A3 diletakkan pada suhu yang berbeda yaitu diletakkan pada suhu ruang dan langsep yang ke 2 diletakkan di dalam kulkas dengan suhu 10°C .hal ini dilakukan untuk membedakan pengaruh suhu terhadap daya simpan buah. setelah itu diamati berat,kenampakan,tekstur,warna dan aroma pada hari ke 0,ke-2 dan ke-4.
Pada 2 langsep yang dikemas pada kantong plastic tebal berlubang. diberi label A 4  pelabelan dilakukan agar dapat mempermudah membedakan langsep dengan berbagai perlakuan.2 langsep pada label A4 diletakkan pada suhu yang berbeda yaitu diletakkan pada suhu ruang dan langsep yang ke 2 diletakkan di dalam kulkas dengan suhu 10°C .hal ini dilakukan untuk membedakan pengaruh suhu terhadap daya simpan buah. setelah itu diamati berat,kenampakan,tekstur,warna dan aroma pada hari ke 0,ke-2 dan ke-4.
Pengamatan dilakukan untuk mengamati perbedaan yang terjadi pada berbagai perlakuan.. perbedaan buah pada berbagai perlakuan terjadi karena adanya aktifitas fisiologis yang menyebabkan produk pertanian akan terus mengalami perubahan yang tidak dapat dihentikan, hanya dapat diperlambat yaitu dengan cara divakum,dikulkas,ditaruh dalam plastik, sampai batas tertentu.

Analisis Data
Dalam praktikum ini dilakukan 5 perlakuan yang berbeda pada buah langsep yaitu 2 control/tanpa kemasan,2 kantong plastic tipis.kantong plastic tebal,2 kantong plastic tebal di vakum,dan 2 kantong plastik tebal berlubang.  Pada masing masing perlakuan disimpan di suhu ruang dan di kulkas dengan suhu 10°C setelah itu diamati berat,kenampakan,tekstur,warna dan aroma pada hari ke 0,ke-2 dan ke-4.berat pada langsep tanpa kemasan di suhu kamar maupun suhu ruang  menurun hal ini disebabkan karena setelah dipanen produk hasil pertanian tetap melakukan fisiologis sehingga dapat disebut sebagai jaringan yang masih hidup. Adanya aktifitas fisiologis menyebabkan produk pertanian akan terus mengalami perubahan yang tidak dapat dihentikan, hanya dapat diperlambat sampai batas tertentu. Tahap akhir dari perubahan pasca panen adalah kelayuan
Pada paraktikum yang telah dilakukan perubahan warna yang terjadi pada buah langsep tanpa kemasan, buah langsep yang dimasukkan plastic tipis,plastic tebal dan plastic tebal di vakum pada suhu ruang dan langsep tanpa kemasan pada kulkas mulai 0 hari,2 hari sampai 4 hari warnanya semakin coklat hal ini disebabkan oleh reaksi browning (pencoklatan). Reaksi pencoklatan terdiri atas pencoklatan (browning) enzimatis dan non enzimatis. Browning enzimatis disebabkan oleh aktifitas enzim phenolase dan poliphenolase. Sedangkan pada buah dimasukkan kulksas yang dimasukkan plastic tipis,plastic tebal dan plastic tebal di vakum mulai 0 hari,2 hari sampai 4 hari tidak mengalami perubahan hal ini dikarenakan, sel-selnya masih utuh, 28 karena kulkas dapat memperlambat reaksi enzimatis yang terjadi pada buah sehingga substrat yang terdiri atas senyawa-senyawa fenol terpisah dari enzim phenolase sehingga tidak terjadi reaksi browning.tekstur yang terjadi pada buah langsep tanpa kemasan, buah langsep yang dimasukkan plastic tipis,plastic tebal dan plastic tebal di vakum pada suhu ruang dan langsep tanpa kemasan pada kulkas mulai 0 hari,2 hari sampai 4 hari  langsep menjadi sedikit lunak berair dan ringan, pelunakan selama penyimpanan oleh penurunan sifat permeabilitas dinding sel tang menyebabkan hilangnya kemampuan mengelembung sel. Penyimpanan buah yang terlalu lama menyebabkan terjadinya pelunakan tekstur sebagai akibat perombakan molekul glukosa. Akibat lain ini dari kehilangan permeabilitas ini adalah cairan sel dapat terlepas ke ruangan eksrta seluler dan jaringan pembuluh. Sedangkan pada buah dimasukkan kulksas yang dimasukkan plastic tipis,plastic tebal dan plastic tebal di vakum mulai 0 hari,2 hari sampai 4 hari tidak mengalami perubahan yang signifikan.Perlakuan pada buah langsep berpengaruh pada daya simpan buah.pada percobaan ini langsep yang di kemas memakai plastik dan disimpan di kulkas tidak mengalami perubahan yang signifikan,sedangkan pada buah langsep dengan perlakuan kontrol terlihat perubahan yang sangat mencolok.hal ini dikarenakan karena pada perlakuan vakum dengan plastik tebal dalam keadaan anaerob sehingga mikroba tidak dapat mengkontaminasi buah langsep. Aroma dan kenampakan yang terjadi pada buah langsep tanpa kemasan, buah langsep yang dimasukkan plastic tipis,plastic tebal dan plastic tebal di vakum pada suhu ruang dan langsep tanpa kemasan pada kulkas mulai 0 hari,2 hari sampai 4 hari  langsep aromanya semakin busuk. Sedangkan pada buah dimasukkan kulksas yang dimasukkan plastic tipis,plastic tebal dan plastic tebal di vakum mulai 0 hari,2 hari sampai 4 hari tidak mengalami perubahan yang signifikan.haal ini dikarenakan perlakuan yang berbeda mempengaruhu daya simpan buah.perat langep 0 hari pada suhu ruang tanpa kemasan 11,plastic tipis 9,plastic tebal 17,plastic tebal divakum 18,plastic tebal berlubang 15.buah langsep setelah disimpan selama 2 hari tanpa kemasan 9,plastiktipis 9,plastic tebal 19,plastic tebal divakum 19,plastic tebal berlubang 15. buah langsep setelah disimpan selama 4 hari langsep tanpa kemasan 9,plastic tipis 9.plastik tebal 18,plastic tebal di vakum 18,plastic tebal berlubang 16 . penyimpanan langsep pada suhu kulkas pada 0 hari tanpa kelmasan 8,plastic tipis 14,plastic tebal 15,plastic tebal di vakum 14,plastic tebal berlubang 15pada hari ke 2 tidak ada kenaikan muapun penurunan tetapi pada hari ke 4 langsep tanpa kemasan 7,plastic tipis 14 plastik tebal 13,plastic tebal di vakum 15,plastic tebal berlubang 16 menurut data tersebut berat pada langsep mengalami peningkatan dan penurunan hal ini dikarenakan perlakuan yang yang berbeda,komposisi dari udara di ruang penyimpanan juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap sifat-sifat bahan segar yang disimpan. Baik kandungan oksigen, karbon dioksida dan ethylene, saling mempengaruhi metabolisme komoditi. Komposisi udara secara normal terdiri dari O2(20%), CO2(0.03%), N2(78.8%). Dengan melakukan modifikasi atmosphere di sekitar komoditi tersebut dapat menghasilkan beberapa keuntungan terhadap komoditi tersebut. Modifikasi komposisi udara dilakukan dengan menurunkan kadar oksigen dan atau meningkatkan kandungan karbon dioksida (CO2). Kadang-kadang masih diperlukan pula untuk mencegah agar gas ethylene yang diproduksi tidak terkumpul di udara ruang penyimpanan.




DAFTAR PUSTAKA
Tranggono dan Sutardi, 1990. Biokimia dan Teknologi Pasca Panen. Pusat Antar Universitas Pangan Dan Gizi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT.Gramedia. Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar