Pages

Rabu, 26 Juni 2013

puisiku


Terpinggirkan


saat ku dengar tangisan di jalanan
kesedihan pun terlintas di pikiran
tak ada yang bisa kulakukan
penyesalan  menjadi sebuah alasan

apakah ku harus kubur semua impian
apakah ku harus hapus semua harapan
yang menjadi suatu angan angan
saat ku ketahui arti kehidupan

hei  kau yang ada di depan
yang memimpin beribu-ribu barisan
beribu-ribu  pasukan
dan menjadi sebuah pedoman

apa kau tak bisa mendengarkan
apa memang tlah kau abaikan
tangisan, keluhan dan penderitaan
kaum pinggiran.

Penantian
di kala hari terus berganti
aku masih tetap menanti
karna ku sungguh mencintai
sepenuh hati

meskipun sulit di pungkiri
untuk kembali
 ku masih menanti
sang pujaan hati

 aku berharap ini cinta sejati
untuk q bisa mengerti
magna dan arti mencintai
dengan sepenuh hati

Kesetiaan
kulihat langit berwarna biru
 kuingat tentang masa lalu
saat ku berjanji padamu
seumur hidupku hanya untukmu
meskipun datang bidadari menghampiriku
ku takkan pernah mau
karna ku hanya inginkan dirimu
walau tak kan jadi milikku

takdir
ketika matahari tak lagi bersinar
aku tak bisa melihat salah dan benar
aku hanya bisa mendengar
suara suara takbir

aku  dengar sebuah syair
yang bernadakan takbir
menyambar bagaikan petir
bertanda, kan di jemput mair

ya rohman ya qodir
inikah suratan takdir
bahwa dunia kan berahir
dan aku akan dijemput mair



Bertahan
Tetes embun di pagi hari
Menghiasi waktu yang kan kujalani
Meskipun hati terasa pedih sekali
Ku coba tetap berseri
Hari ini
Ku coba hibur diri
Dengan bernyanyi
Tentang rasa yang ada di dalam hati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar